Juz 4

131 ayat · 2 surah

93 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

۞ كُلُّ ٱلطَّعَامِ كَانَ حِلاًّ لِّبَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَٲٓءِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ ٱلتَّوْرَٮٰةُ‌ۗ قُلْ فَأْتُواْ بِٱلتَّوْرَٮٰةِ فَٱتْلُوهَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ٩٣

Kullu attaAAami kanahillan libanee isra-eela illa ma harramaisra-eelu AAala nafsihi min qabli an tunazzala attawratuqul fa/too bittawrati fatlooha inkuntum sadiqeen

Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan.1 Katakanlah (Muhammad), "Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar."

94 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

فَمَنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ مِنۢ بَعْدِ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٩٤

Famani iftara AAala Allahialkathiba min baAAdi thalika faola-ika humuathalimoon

Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah1 setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.

95 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

قُلْ صَدَقَ ٱللَّهُ‌ۗ فَٱتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبْرَٲهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٩٥

Qul sadaqa Allahu fattabiAAoomillata ibraheema haneefan wama kanamina almushrikeen

Katakanlah (Muhammad), "Benarlah (segala yang difirmankan) Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik.

96 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَـٰلَمِينَ ٩٦

Inna awwala baytin wudiAAa linnasilallathee bibakkata mubarakan wahudan lilAAalameen

Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah)1 yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.

97 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

فِيهِ ءَايَـٰتُۢ بَيِّنَـٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٲهِيمَ‌ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا‌ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً‌ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٩٧

Feehi ayatun bayyinatunmaqamu ibraheema waman dakhalahu kana aminanwalillahi AAala annasi hijjualbayti mani istataAAa ilayhi sabeelan waman kafarafa-inna Allaha ghaniyyun AAani alAAalameen

Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim.1 Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu2 mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

98 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ وَٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ ٩٨

Qul ya ahla alkitabi limatakfuroona bi-ayati Allahi wallahushaheedun AAala ma taAAmaloon

Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"

99 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنتُمْ شُهَدَآءُ‌ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ ٩٩

Qul ya ahla alkitabi lima tasuddoonaAAan sabeeli Allahi man amana tabghoonahaAAiwajan waantum shuhadao wama Allahu bighafilinAAamma taAAmaloon

Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan?"1 Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

100 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 62

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقًا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَـٰبَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَـٰنِكُمْ كَـٰفِرِينَ ١٠٠

Ya ayyuha allatheena amanooin tuteeAAoo fareeqan mina allatheena ootoo alkitabayaruddookum baAAda eemanikum kafireen

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.

101 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُۥ‌ۗ وَمَن يَعْتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدْ هُدِىَ إِلَىٰ صِرَٲطٍ مُّسْتَقِيمٍ ١٠١

Wakayfa takfuroona waantum tutlaAAalaykum ayatu Allahi wafeekum rasooluhuwaman yaAAtasim billahi faqad hudiya ilasiratin mustaqeem

Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk ke jalan yang lurus.

102 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ١٠٢

Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha haqqa tuqatihi walatamootunna illa waantum muslimoon

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.

103 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

وَٱعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذْكُرُواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٲنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ١٠٣

WaAAtasimoo bihabliAllahi jameeAAan wala tafarraqoo wathkurooniAAmata Allahi AAalaykum ith kuntum aAAdaanfaallafa bayna quloobikum faasbahtum biniAAmatihiikhwanan wakuntum AAala shafa hufratinmina annari faanqathakum minha kathalikayubayyinu Allahu lakum ayatihi laAAallakumtahtadoon

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.

104 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ‌ۚ وَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ١٠٤

Waltakun minkum ommatun yadAAoona ilaalkhayri waya/muroona bilmaAAroofi wayanhawna AAanialmunkari waola-ika humu almuflihoon

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. 1 Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

105 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَٱخْتَلَفُواْ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ‌ۚ وَأُوْلَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ١٠٥

Wala takoonoo kallatheenatafarraqoo wakhtalafoo min baAAdi ma jaahumualbayyinatu waola-ika lahum AAathabun AAatheem

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,

106 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ‌ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَـٰنِكُمْ فَذُوقُواْ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ١٠٦

Yawma tabyaddu wujoohun wataswadduwujoohun faamma allatheena iswaddat wujoohuhumakafartum baAAda eemanikum fathooqoo alAAathababima kuntum takfuroon

pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), "Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab akibat kekafiranmu itu."

107 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِى رَحْمَةِ ٱللَّهِ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ١٠٧

Waamma allatheena ibyaddatwujoohuhum fafee rahmati Allahi hum feeha khalidoon

Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

108 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 63

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ‌ۗ وَمَا ٱللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعَـٰلَمِينَ ١٠٨

Tilka ayatu Allahinatlooha AAalayka bilhaqqi wama Allahuyureedu thulman lilAAalameen

Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam.

109 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ‌ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ ١٠٩

Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi wa-ila AllahiturjaAAu al-omoor

Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

110 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم‌ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ ١١٠

Kuntum khayra ommatin okhrijat linnasita/muroona bilmaAAroofi watanhawna AAani almunkariwatu/minoona billahi walaw amana ahlu alkitabilakana khayran lahum minhumu almu/minoona waaktharuhumualfasiqoon

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.

111 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

لَن يَضُرُّوكُمْ إِلَّآ أَذًى‌ۖ وَإِن يُقَـٰتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ ٱلْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ ١١١

Lan yadurrookum illa athanwa-in yuqatilookum yuwallookumu al-adbara thumma layunsaroon

Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan.

112 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓاْ إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْمَسْكَنَةُ‌ۚ ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ‌ۚ ذَٲلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ١١٢

Duribat AAalayhimu aththillatuayna ma thuqifoo illa bihablin mina Allahiwahablin mina annasi wabaoo bighadabinmina Allahi waduribat AAalayhimu almaskanatu thalikabi-annahum kanoo yakfuroona bi-ayati Allahiwayaqtuloona al-anbiyaa bighayri haqqin thalikabima AAasaw wakanoo yaAAtadoon

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.

113 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

۞ لَيْسُواْ سَوَآءً‌ۗ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَتْلُونَ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ ١١٣

Laysoo sawaan min ahli alkitabiommatun qa-imatun yatloona ayati Allahianaa allayli wahum yasjudoon

Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur,1 mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat).

114 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْأَخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٲتِ وَأُوْلَـٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١١٤

Yu/minoona billahi walyawmial-akhiri waya/muroona bilmaAAroofi wayanhawnaAAani almunkari wayusariAAoona fee alkhayrati waola-ikamina assaliheen

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.

115 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 64

وَمَا يَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ فَلَن يُكْفَرُوهُ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلْمُتَّقِينَ ١١٥

Wama yafAAaloo min khayrin falanyukfaroohu wallahu AAaleemun bilmuttaqeen

Dan kebajikan apa pun yang mereka kerjakan, tidak ada yang mengingkarinya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

116 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 65

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٲلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْــًٔا‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۚ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ١١٦

Inna allatheena kafaroo lan tughniyaAAanhum amwaluhum wala awladuhum mina Allahishay-an waola-ika as-habu annarihum feeha khalidoon

Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya.

117 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 65

مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِى هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ‌ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ١١٧

Mathalu ma yunfiqoona fee hathihialhayati addunya kamathali reehinfeeha sirrun asabat hartha qawmin thalamooanfusahum faahlakat-hu wama thalamahumu Allahuwalakin anfusahum yathlimoon

Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.

118 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 65

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّواْ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٲهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ‌ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْأَيَـٰتِ‌ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ ١١٨

Ya ayyuha allatheena amanoola tattakhithoo bitanatan min doonikum laya/loonakum khabalan waddoo ma AAanittum qad badatialbaghdao min afwahihim wama tukhfee sudooruhumakbaru qad bayyanna lakumu al-ayati inkuntum taAAqiloon

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.

119 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 65

هَـٰٓأَنتُمْ أُوْلَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِٱلْكِتَـٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ عَضُّواْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَنَامِلَ مِنَ ٱلْغَيْظِ‌ۚ قُلْ مُوتُواْ بِغَيْظِكُمْ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ١١٩

Ha antum ola-i tuhibboonahumwala yuhibboonakum watu/minoona bilkitabikullihi wa-itha laqookum qaloo amannawa-itha khalaw AAaddoo AAalaykumu al-anamilamina alghaythi qul mootoo bighaythikuminna Allaha AAaleemun bithati assudoor

Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, "Kami beriman," dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, "Matilah kamu karena kemarahanmu itu!" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

120 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 65

إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُواْ بِهَا‌ۖ وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْــًٔا‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ ١٢٠

In tamsaskum hasanatun tasu/humwa-in tusibkum sayyi-atun yafrahoo bihawa-in tasbiroo watattaqoo la yadurrukumkayduhum shay-an inna Allaha bima yaAAmaloona muheet

Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.

121 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 65

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ ٱلْمُؤْمِنِينَ مَقَـٰعِدَ لِلْقِتَالِ‌ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٢١

Wa-ith ghadawta min ahlika tubawwi-oalmu/mineena maqaAAida lilqitali wallahusameeAAun AAaleem

Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran.1 Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,

122 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

إِذْ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمْ أَن تَفْشَلَا وَٱللَّهُ وَلِيُّهُمَا‌ۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ ١٢٢

Ith hammat ta-ifataniminkum an tafshala wallahu waliyyuhumawaAAala Allahi falyatawakkali almu/minoon

ketika dua golongan dari pihak kamu1 ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

123 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ‌ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ١٢٣

Walaqad nasarakumu Allahubibadrin waantum athillatun fattaqoo AllahalaAAallakum tashkuroon

Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah.1 Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.

124 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيَكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلَـٰثَةِ ءَالَـٰفٍ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُنزَلِينَ ١٢٤

Ith taqoolu lilmu/mineena alanyakfiyakum an yumiddakum rabbukum bithalathati alafinmina almala-ikati munzaleen

(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, "Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

125 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

بَلَىٰٓ‌ۚ إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ ءَالَـٰفٍ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ ١٢٥

Bala in tasbiroo watattaqoowaya/tookum min fawrihim hatha yumdidkum rabbukumbikhamsati alafin mina almala-ikatimusawwimeen

"Ya" (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

126 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦ‌ۗ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ ١٢٦

Wama jaAAalahu Allahu illabushra lakum walitatma-inna quloobukum bihi wamaannasru illa min AAindi AllahialAAazeezi alhakeem

Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

127 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنقَلِبُواْ خَآئِبِينَ ١٢٧

LiyaqtaAAa tarafan mina allatheenakafaroo aw yakbitahum fayanqaliboo kha-ibeen

(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir,1 atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun.

128 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

لَيْسَ لَكَ مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَـٰلِمُونَ ١٢٨

Laysa laka mina al-amri shay-on aw yatoobaAAalayhim aw yuAAaththibahum fa-innahum thalimoon

Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad)1 apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim.

129 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ‌ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ١٢٩

Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi yaghfiru liman yashaowayuAAaththibu man yashao wallahughafoorun raheem

Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

130 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأْكُلُواْ ٱلرِّبَوٲٓاْ أَضْعَـٰفًا مُّضَـٰعَفَةً‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ١٣٠

Ya ayyuha allatheena amanoola ta/kuloo arriba adAAafanmudaAAafatan wattaqoo Allaha laAAallakumtuflihoon

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda 1 dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

131 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

وَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِىٓ أُعِدَّتْ لِلْكَـٰفِرِينَ ١٣١

Wattaqoo annaraallatee oAAiddat lilkafireen

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang telah disiapkan untuk orang-orang kafir.

132 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 66

وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ١٣٢

WaateeAAoo Allaha warrasoolalaAAallakum turhamoon

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.

133 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

۞ وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ١٣٣

WasariAAoo ila maghfiratinmin rabbikum wajannatin AAarduha assamawatuwal-ardu oAAiddat lilmuttaqeen

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

134 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ ١٣٤

Allatheena yunfiqoona fee assarra-iwaddarra-i walkathimeenaalghaytha walAAafeena AAani annasiwallahu yuhibbu almuhsineen

(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,

135 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ ١٣٥

Wallatheena ithafaAAaloo fahishatan aw thalamoo anfusahum thakarooAllaha fastaghfaroo lithunoobihim wamanyaghfiru aththunooba illa Allahuwalam yusirroo AAala ma faAAaloo wahumyaAAlamoon

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,1 (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

136 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

أُوْلَـٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّـٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَـٰمِلِينَ ١٣٦

Ola-ika jazaohum maghfiratunmin rabbihim wajannatun tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha waniAAma ajrualAAamileen

Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.

137 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ ١٣٧

Qad khalat min qablikum sunanun faseeroofee al-ardi fanthuroo kayfa kanaAAaqibatu almukaththibeen

Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah),1 karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).

138 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

هَـٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ ١٣٨

Hatha bayanun linnasiwahudan wamawAAithatun lilmuttaqeen

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

139 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحْزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ١٣٩

Wala tahinoo wala tahzanoowaantumu al-aAAlawna in kuntum mu/mineen

Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.

140 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 67

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُۥ‌ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ ١٤٠

In yamsaskum qarhun faqad massaalqawma qarhun mithluhu watilka al-ayyamu nudawiluhabayna annasi waliyaAAlama Allahu allatheenaamanoo wayattakhitha minkum shuhadaa wallahula yuhibbu aththalimeen

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim,

141 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

وَلِيُمَحِّصَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَيَمْحَقَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ١٤١

Waliyumahhisa Allahuallatheena amanoo wayamhaqa alkafireen

dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.

142 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَـٰهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّـٰبِرِينَ ١٤٢

Am hasibtum an tadkhuloo aljannatawalamma yaAAlami Allahu allatheena jahadoominkum wayaAAlama assabireen

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad1 di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

143 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

وَلَقَدْ كُنتُمْ تَمَنَّوْنَ ٱلْمَوْتَ مِن قَبْلِ أَن تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ ١٤٣

Walaqad kuntum tamannawna almawta min qablian talqawhu faqad raaytumoohu waantum tanthuroon

Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.

144 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ‌ۚ أَفَإِيْن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ‌ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْــًٔا‌ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّـٰكِرِينَ ١٤٤

Wama muhammadun illarasoolun qad khalat min qablihi arrusulu afa-in mataaw qutila inqalabtum AAala aAAqabikum wamanyanqalib AAala AAaqibayhi falan yadurra Allahashay-an wasayajzee Allahu ashshakireen

Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul.1 Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.

145 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ كِتَـٰبًا مُّؤَجَّلاً‌ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلْأَخِرَةِ نُؤْتِهِۦ مِنْهَا‌ۚ وَسَنَجْزِى ٱلشَّـٰكِرِينَ ١٤٥

Wama kana linafsin an tamootailla bi-ithni Allahi kitabanmu-ajjalan waman yurid thawaba addunyanu/tihi minha waman yurid thawaba al-akhiratinu/tihi minha wasanajzee ashshakireen

Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

146 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِىٍّ قَـٰتَلَ مَعَهُۥ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَآ أَصَابَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا ٱسْتَكَانُواْ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّـٰبِرِينَ ١٤٦

Wakaayyin min nabiyyin qatalamaAAahu ribbiyyoona katheerun fama wahanoo lima asabahumfee sabeeli Allahi wama daAAufoo wamaistakanoo wallahu yuhibbu assabireen

Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencitai orang-orang yang sabar.

147 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّآ أَن قَالُواْ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ ١٤٧

Wama kana qawlahum illaan qaloo rabbana ighfir lana thunoobanawa-israfana fee amrina wathabbit aqdamanawansurna AAala alqawmi alkafireen

Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami1 dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."

148 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 68

فَـَٔـاتَـٰهُمُ ٱللَّهُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ ٱلْأَخِرَةِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ ١٤٨

Faatahumu Allahu thawabaaddunya wahusna thawabi al-akhiratiwallahu yuhibbu almuhsineen

Maka Allah memberi mereka pahala di dunia1 dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

149 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 69

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تُطِيعُواْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ فَتَنقَلِبُواْ خَـٰسِرِينَ ١٤٩

Ya ayyuha allatheena amanooin tuteeAAoo allatheena kafaroo yaruddookum AAalaaAAqabikum fatanqaliboo khasireen

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.

150 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 69

بَلِ ٱللَّهُ مَوْلَـٰكُمْ‌ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلنَّـٰصِرِينَ ١٥٠

Bali Allahu mawlakum wahuwakhayru annasireen

Tetapi hanya Allahlah pelindungmu, dan Dia Penolong yang terbaik.

151 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 69

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًا‌ۖ وَمَأْوَٮٰهُمُ ٱلنَّارُ‌ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى ٱلظَّـٰلِمِينَ ١٥١

Sanulqee fee quloobi allatheenakafaroo arruAAba bima ashrakoo billahima lam yunazzil bihi sultanan wama/wahumu annaruwabi/sa mathwa aththalimeen

Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.

152 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 69

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥٓ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِۦ‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَـٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَٮٰكُم مَّا تُحِبُّونَ‌ۚ مِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلْأَخِرَةَ‌ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ‌ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ‌ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٥٢

Walaqad sadaqakumu AllahuwaAAdahu ith tahussoonahum bi-ithnihi hattaitha fashiltum watanazaAAtum fee al-amri waAAasaytummin baAAdi ma arakum ma tuhibboonaminkum man yureedu addunya waminkum man yureedual-akhirata thumma sarafakum AAanhum liyabtaliyakumwalaqad AAafa AAankum wallahu thoofadlin AAala almu/mineen

Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu1 dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.2 Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka3 untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.

153 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 69

۞ إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُۥنَ عَلَىٰٓ أَحَدٍ وَٱلرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِىٓ أُخْرَٮٰكُمْ فَأَثَـٰبَكُمْ غَمَّۢا بِغَمٍّ لِّكَيْلَا تَحْزَنُواْ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَآ أَصَـٰبَكُمْ‌ۗ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ١٥٣

Ith tusAAidoona walatalwoona AAala ahadin warrasooluyadAAookum fee okhrakum faathabakum ghammanbighammin likay la tahzanoo AAala mafatakum wala ma asabakum wallahukhabeerun bima taAAmaloon

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan,1 agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

154 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 70

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ‌ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ‌ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ‌ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ‌ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ‌ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَـٰهُنَا‌ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ‌ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ١٥٤

Thumma anzala AAalaykum min baAAdi alghammiamanatan nuAAasan yaghsha ta-ifatan minkumwata-ifatun qad ahammat-hum anfusuhum yathunnoonabillahi ghayra alhaqqi thannaaljahiliyyati yaqooloona hal lana mina al-amri minshay-in qul inna al-amra kullahu lillahi yukhfoona feeanfusihim ma la yubdoona laka yaqooloona law kanalana mina al-amri shay-on ma qutilna hahunaqul law kuntum fee buyootikum labaraza allatheena kutibaAAalayhimu alqatlu ila madajiAAihim waliyabtaliyaAllahu ma fee sudoorikum waliyumahhisama fee quloobikum wallahu AAaleemun bithatiassudoor

Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu,1 sedangkan segolongan lagi2 telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.3 Mereka berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah (Muhammad), "Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.

155 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 70

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْاْ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُواْ‌ۖ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ ١٥٥

Inna allatheena tawallaw minkumyawma iltaqa aljamAAani innama istazallahumuashshaytanu bibaAAdi ma kasaboowalaqad AAafa Allahu AAanhum inna Allahaghafoorun haleem

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu,1 sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.

156 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 70

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَقَالُواْ لِإِخْوَٲنِهِمْ إِذَا ضَرَبُواْ فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ كَانُواْ غُزًّى لَّوْ كَانُواْ عِندَنَا مَا مَاتُواْ وَمَا قُتِلُواْ لِيَجْعَلَ ٱللَّهُ ذَٲلِكَ حَسْرَةً فِى قُلُوبِهِمْ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ‌ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ١٥٦

Ya ayyuha allatheena amanoola takoonoo kallatheena kafaroo waqalooli-ikhwanihim itha daraboo fee al-ardiaw kanoo ghuzzan law kanoo AAindana mamatoo wama qutiloo liyajAAala Allahu thalikahasratan fee quloobihim wallahu yuhyeewayumeetu wallahu bima taAAmaloona baseer

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, "Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh." (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

157 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 70

وَلَئِن قُتِلْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ ١٥٧

Wala-in qutiltum fee sabeeli Allahiaw muttum lamaghfiratun mina Allahi warahmatunkhayrun mimma yajmaAAoon

Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati,1 sungguh, pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan.

158 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

وَلَئِن مُّتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى ٱللَّهِ تُحْشَرُونَ ١٥٨

Wala-in muttum aw qutiltum la-ilaAllahi tuhsharoon

Dan sungguh, sekiranya kamu mati atau gugur, pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan.

159 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ‌ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ‌ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ ١٥٩

Fabima rahmatin mina Allahilinta lahum walaw kunta faththan ghaleethaalqalbi lanfaddoo min hawlika faAAfuAAanhum wastaghfir lahum washawirhum fee al-amrifa-itha AAazamta fatawakkal AAala Allahiinna Allaha yuhibbu almutawakkileen

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.1 Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

160 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

إِن يَنصُرْكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ‌ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا ٱلَّذِى يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعْدِهِۦ‌ۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ ١٦٠

In yansurkumu Allahu falaghaliba lakum wa-in yakhthulkum faman thaallathee yansurukum min baAAdihi waAAala Allahifalyatawakkali almu/minoon

Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

161 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَغُلَّ‌ۚ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ١٦١

Wama kana linabiyyin anyaghulla waman yaghlul ya/ti bima ghalla yawma alqiyamatithumma tuwaffa kullu nafsin ma kasabat wahum layuthlamoon

Dan tidak mungkin seorang Nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi.

162 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

أَفَمَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٲنَ ٱللَّهِ كَمَنۢ بَآءَ بِسَخَطٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأْوَٮٰهُ جَهَنَّمُ‌ۚ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ ١٦٢

Afamani ittabaAAa ridwana Allahikaman baa bisakhatin mina Allahi wama/wahujahannamu wabi/sa almaseer

Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

163 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

هُمْ دَرَجَـٰتٌ عِندَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعْمَلُونَ ١٦٣

Hum darajatun AAinda Allahiwallahu baseerun bima yaAAmaloon

(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

164 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُواْ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ١٦٤

Laqad manna Allahu AAalaalmu/mineena ith baAAatha feehim rasoolan min anfusihimyatloo AAalayhim ayatihi wayuzakkeehimwayuAAallimuhumu alkitaba walhikmata wa-inkanoo min qablu lafee dalalin mubeen

Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

165 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 71

أَوَلَمَّآ أَصَـٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَـٰذَا‌ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنفُسِكُمْ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ١٦٥

Awa lamma asabatkum museebatunqad asabtum mithlayha qultum anna hathaqul huwa min AAindi anfusikum inna Allaha AAalakulli shay-in qadeer

Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

166 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

وَمَآ أَصَـٰبَكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ ٱللَّهِ وَلِيَعْلَمَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٦٦

Wama asabakum yawma iltaqaaljamAAani fabi-ithni Allahi waliyaAAlamaalmu/mineen

Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,

167 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ نَافَقُواْ‌ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ قَـٰتِلُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَوِ ٱدْفَعُواْ‌ۖ قَالُواْ لَوْ نَعْلَمُ قِتَالاً لَّٱتَّبَعْنَـٰكُمْ‌ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَـٰنِ‌ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَٲهِهِم مَّا لَيْسَ فِى قُلُوبِهِمْ‌ۗ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ ١٦٧

WaliyaAAlama allatheena nafaqoowaqeela lahum taAAalaw qatiloo fee sabeeli Allahiawi idfaAAoo qaloo law naAAlamu qitalan lattabaAAnakumhum lilkufri yawma-ithin aqrabu minhum lil-eemaniyaqooloona bi-afwahihim ma laysa fee quloobihim wallahuaAAlamu bima yaktumoon

dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan,"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu."1 Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

168 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

ٱلَّذِينَ قَالُواْ لِإِخْوَٲنِهِمْ وَقَعَدُواْ لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُواْ‌ۗ قُلْ فَٱدْرَءُواْ عَنْ أَنفُسِكُمُ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ١٦٨

Allatheena qaloo li-ikhwanihimwaqaAAadoo law ataAAoona ma qutiloo qul fadraooAAan anfusikumu almawta in kuntum sadiqeen

(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah, "Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar."

169 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٲتَۢا‌ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ١٦٩

Wala tahsabanna allatheenaqutiloo fee sabeeli Allahi amwatan bal ahyaonAAinda rabbihim yurzaqoon

Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,1

170 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَـٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ١٧٠

Fariheena bima atahumuAllahu min fadlihi wayastabshiroona billatheenalam yalhaqoo bihim min khalfihim alla khawfunAAalayhim wala hum yahzanoon

mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan senang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka,1 bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

171 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

۞ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٧١

Yastabshiroona biniAAmatin mina Allahiwafadlin waanna Allaha la yudeeAAuajra almu/mineen

Mereka bergembira ria dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,

172 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

ٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُواْ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ مِنۢ بَعْدِ مَآ أَصَابَهُمُ ٱلْقَرْحُ‌ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُواْ مِنْهُمْ وَٱتَّقَوْاْ أَجْرٌ عَظِيمٌ ١٧٢

Allatheena istajaboo lillahiwarrasooli min baAAdi ma asabahumu alqarhulillatheena ahsanoo minhum wattaqaw ajrunAAatheem

(yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar.

173 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 72

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَـٰنًا وَقَالُواْ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ ١٧٣

Allatheena qala lahumu annasuinna annasa qad jamaAAoo lakum fakhshawhumfazadahum eemanan waqaloo hasbunaAllahu waniAAma alwakeel

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."

174 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

فَٱنقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوٓءٌ وَٱتَّبَعُواْ رِضْوَٲنَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ ١٧٤

Fanqalaboo biniAAmatin mina Allahiwafadlin lam yamsas-hum soo-on wattabaAAoo ridwanaAllahi wallahu thoo fadlinAAatheem

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.

175 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

إِنَّمَا ذَٲلِكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ١٧٥

Innama thalikumu ashshaytanuyukhawwifu awliyaahu fala takhafoohum wakhafooniin kuntum mu/mineen

Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.

176 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

وَلَا يَحْزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْكُفْرِ‌ۚ إِنَّهُمْ لَن يَضُرُّواْ ٱللَّهَ شَيْــًٔا‌ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِى ٱلْأَخِرَةِ‌ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ١٧٦

Wala yahzunka allatheenayusariAAoona fee alkufri innahum lan yadurroo Allahashay-an yureedu Allahu alla yajAAala lahum haththanfee al-akhirati walahum AAathabun AAatheem

Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir;1 sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.

177 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُاْ ٱلْكُفْرَ بِٱلْإِيمَـٰنِ لَن يَضُرُّواْ ٱللَّهَ شَيْــًٔا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ١٧٧

Inna allatheena ishtarawoo alkufrabil-eemani lan yadurroo Allahashay-an walahum AAathabun aleem

Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekafiran dengan iman, sedikit pun tidak merugikan Allah; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

178 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّمَا نُمْلِى لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ‌ۚ إِنَّمَا نُمْلِى لَهُمْ لِيَزْدَادُوٓاْ إِثْمًا‌ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ ١٧٨

Wala yahsabanna allatheenakafaroo annama numlee lahum khayrun li-anfusihim innamanumlee lahum liyazdadoo ithman walahum AAathabunmuheen

Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka1 lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.

179 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

مَّا كَانَ ٱللَّهُ لِيَذَرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ‌ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى ٱلْغَيْبِ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَجْتَبِى مِن رُّسُلِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۖ فَـَٔـامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ‌ۚ وَإِن تُؤْمِنُواْ وَتَتَّقُواْ فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ ١٧٩

Ma kana Allahu liyatharaalmu/mineena AAala ma antum AAalayhi hattayameeza alkhabeetha mina attayyibi wama kanaAllahu liyutliAAakum AAala alghaybi walakinnaAllaha yajtabee min rusulihi man yashao faaminoobillahi warusulihi wa-in tu/minoo watattaqoofalakum ajrun AAatheem

Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini,1 sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara Rasul-rasul-Nya.2 Karena itu, berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.

180 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 73

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَـٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم‌ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ‌ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٲثُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ١٨٠

Wala yahsabanna allatheenayabkhaloona bima atahummu Allahu minfadlihi huwa khayran lahum bal huwa sharrun lahum sayutawwaqoonama bakhiloo bihi yawma alqiyamati walillahimeerathu assamawati wal-ardiwallahu bima taAAmaloona khabeer

Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allahlah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

181 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 74

لَّقَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَآءُ‌ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُواْ وَقَتْلَهُمُ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ ١٨١

Laqad samiAAa Allahu qawla allatheenaqaloo inna Allaha faqeerun wanahnu aghniyaonsanaktubu ma qaloo waqatlahumu al-anbiyaabighayri haqqin wanaqoolu thooqoo AAathabaalhareeq

Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), "Rasakanlah olehmu azab yang membakar!"

182 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 74

ذَٲلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ ١٨٢

Thalika bima qaddamataydeekum waanna Allaha laysa bithallaminlilAAabeed

Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.

183 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 74

ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَآ أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ ٱلنَّارُ‌ۗ قُلْ قَدْ جَآءَكُمْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِى بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَبِٱلَّذِى قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ١٨٣

Allatheena qaloo inna AllahaAAahida ilayna alla nu/mina lirasoolin hattaya/tiyana biqurbanin ta/kuluhu annaruqul qad jaakum rusulun min qablee bilbayyinatiwabillathee qultum falima qataltumoohum in kutum sadiqeen

(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api." Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, beberapa orang Rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar."

184 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 74

فَإِن كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ جَآءُو بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلزُّبُرِ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُنِيرِ ١٨٤

Fa-in kaththabooka faqad kuththibarusulun min qablika jaoo bilbayyinati wazzuburiwalkitabi almuneer

Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zubur1 dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.2

185 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 74

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٲةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ ١٨٥

Kullu nafsin tha-iqatu almawtiwa-innama tuwaffawna ojoorakum yawma alqiyamatifaman zuhziha AAani annari waodkhilaaljannata faqad faza wama alhayatu addunyailla mataAAu alghuroor

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.

186 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 74

۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٲلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓاْ أَذًى كَثِيرًا‌ۚ وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَٲلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ ١٨٦

Latublawunna fee amwalikumwaanfusikum walatasmaAAunna mina allatheena ootoo alkitabamin qablikum wamina allatheena ashrakoo athankatheeran wa-in tasbiroo watattaqoo fa-inna thalikamin AAazmi al-omoor

Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.

187 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

وَإِذْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَـٰقَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَـٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهُۥ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُۥ فَنَبَذُوهُ وَرَآءَ ظُهُورِهِمْ وَٱشْتَرَوْاْ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلاً‌ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ ١٨٧

Wa-ith akhatha Allahumeethaqa allatheena ootoo alkitabalatubayyinunnahu linnasi wala taktumoonahufanabathoohu waraa thuhoorihim washtarawbihi thamanan qaleelan fabi/sa ma yashtaroon

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), "Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,"1 lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itulah seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.

188 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أَتَواْ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُواْ بِمَا لَمْ يَفْعَلُواْ فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ ٱلْعَذَابِ‌ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ١٨٨

La tahsabanna allatheenayafrahoona bima ataw wayuhibboona an yuhmadoobima lam yafAAaloo fala tahsabannahum bimafazatinmina alAAathabi walahum AAathabun aleem

Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.

189 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ١٨٩

Walillahi mulku assamawatiwal-ardi wallahu AAala kullishay-in qadeer

Dan milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

190 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَأَيَـٰتٍ لِّأُوْلِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ١٩٠

Inna fee khalqi assamawatiwal-ardi wakhtilafi allayli wannaharilaayatin li-olee al-albab

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,

191 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَـٰطِلاً سُبْحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١

Allatheena yathkuroona Allahaqiyaman waquAAoodan waAAala junoobihimwayatafakkaroona fee khalqi assamawati wal-ardirabbana ma khalaqta hatha batilan subhanakafaqina AAathaba annar

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

192 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُۥ‌ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ١٩٢

Rabbana innaka man tudkhili annarafaqad akhzaytahu wama liththalimeenamin ansar

Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.

193 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَـٰنِ أَنْ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَـَٔـامَنَّا‌ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔـاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ ١٩٣

Rabbana innana samiAAnamunadiyan yunadee lil-eemani an aminoobirabbikum faamanna rabbana faghfirlana thunoobana wakaffir AAannasayyi-atina watawaffana maAAa al-abrar

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu," maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.

194 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 75

رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ ١٩٤

Rabbana waatina mawaAAadtana AAala rusulika wala tukhzinayawma alqiyamati innaka la tukhlifu almeeAAad

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji."

195 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 76

فَٱسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَـٰمِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ‌ۖ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍ‌ۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَـٰرِهِمْ وَأُوذُواْ فِى سَبِيلِى وَقَـٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔـاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ثَوَابًا مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلثَّوَابِ ١٩٥

Fastajaba lahum rabbuhumannee la odeeAAu AAamala AAamilin minkum minthakarin aw ontha baAAdukum min baAAdinfallatheena hajaroo waokhrijoo min diyarihimwaoothoo fee sabeelee waqataloo waqutiloolaokaffiranna AAanhum sayyi-atihim walaodkhilannahum jannatintajree min tahtiha al-anharu thawabanmin AAindi Allahi wallahu AAindahu husnuaththawab

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain.1 Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik."

196 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 76

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى ٱلْبِلَـٰدِ ١٩٦

La yaghurrannaka taqallubu allatheenakafaroo fee albilad

Jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri.

197 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 76

مَتَـٰعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَٮٰهُمْ جَهَنَّمُ‌ۚ وَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ ١٩٧

MataAAun qaleelun thumma ma/wahumjahannamu wabi/sa almihad

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.

198 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 76

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّـٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا نُزُلاً مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ‌ۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّلْأَبْرَارِ ١٩٨

Lakini allatheena ittaqawrabbahum lahum jannatun tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha nuzulan minAAindi Allahi wama AAinda Allahi khayrunlil-abrar

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

199 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 76

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ لَمَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَـٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلاً‌ۗ أُوْلَـٰٓئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ١٩٩

Wa-inna min ahli alkitabi lamanyu/minu billahi wama onzila ilaykum wamaonzila ilayhim khashiAAeena lillahi layashtaroona bi-ayati Allahi thamananqaleelan ola-ika lahum ajruhum AAinda rabbihim inna AllahasareeAAu alhisab

Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

200 Ali 'Imran · Juz 4 · Hal 76

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ٢٠٠

Ya ayyuha allatheena amanooisbiroo wasabiroo warabitoo wattaqooAllaha laAAallakum tuflihoon

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

1 An-Nisa · Juz 4 · Hal 77

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٲحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ١

Ya ayyuha annasuittaqoo rabbakumu allathee khalaqakum min nafsin wahidatinwakhalaqa minha zawjaha wabaththa minhumarijalan katheeran wanisaan wattaqoo Allahaallathee tasaaloona bihi wal-arhamainna Allaha kana AAalaykum raqeeb

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta,1 dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

2 An-Nisa · Juz 4 · Hal 77

وَءَاتُواْ ٱلْيَتَـٰمَىٰٓ أَمْوَٲلَهُمْ‌ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُواْ ٱلْخَبِيثَ بِٱلطَّيِّبِ‌ۖ وَلَا تَأْكُلُوٓاْ أَمْوَٲلَهُمْ إِلَىٰٓ أَمْوَٲلِكُمْ‌ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا ٢

Waatoo alyatama amwalahumwala tatabaddaloo alkhabeetha bittayyibiwala ta/kuloo amwalahum ila amwalikuminnahu kana hooban kabeera

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.

3 An-Nisa · Juz 4 · Hal 77

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُواْ فِى ٱلْيَتَـٰمَىٰ فَٱنكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ‌ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُواْ فَوَٲحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ‌ۚ ذَٲلِكَ أَدْنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُواْ ٣

Wa-in khiftum alla tuqsitoo feealyatama fankihoo ma tabalakum mina annisa-i mathna wathulathawarubaAAa fa-in khiftum alla taAAdiloo fawahidatanaw ma malakat aymanukum thalika adnaalla taAAooloo

Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil,1 maka (nikahilah) seorang saja,2 atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki.3 Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.

4 An-Nisa · Juz 4 · Hal 77

وَءَاتُواْ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَـٰتِهِنَّ نِحْلَةً‌ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيٓــًٔا مَّرِيٓــًٔا ٤

Waatoo annisaa saduqatihinnanihlatan fa-in tibna lakum AAan shay-in minhunafsan fakuloohu hanee-an maree-a

Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.1 Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatillah pemberian itu dengan senang hati.

5 An-Nisa · Juz 4 · Hal 77

وَلَا تُؤْتُواْ ٱلسُّفَهَآءَ أَمْوَٲلَكُمُ ٱلَّتِى جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ قِيَـٰمًا وَٱرْزُقُوهُمْ فِيهَا وَٱكْسُوهُمْ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا ٥

Wala tu/too assufahaaamwalakumu allatee jaAAala Allahu lakum qiyamanwarzuqoohum feeha waksoohum waqooloo lahumqawlan maAAroofa

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya,1 harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

6 An-Nisa · Juz 4 · Hal 77

وَٱبْتَلُواْ ٱلْيَتَـٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُواْ ٱلنِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَٱدْفَعُوٓاْ إِلَيْهِمْ أَمْوَٲلَهُمْ‌ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُواْ‌ۚ وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ‌ۖ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِٱلْمَعْرُوفِ‌ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَٲلَهُمْ فَأَشْهِدُواْ عَلَيْهِمْ‌ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا ٦

Wabtaloo alyatama hattaitha balaghoo annikaha fa-in anastumminhum rushdan fadfaAAoo ilayhim amwalahum walata/kulooha israfan wabidaran an yakbaroowaman kana ghaniyyan falyastaAAfif waman kanafaqeeran falya/kul bilmaAAroofi fa-itha dafaAAtumilayhim amwalahum faashhidoo AAalayhim wakafa billahihaseeba

Dan ujilah1 anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.

7 An-Nisa · Juz 4 · Hal 78

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٲلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٲلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ‌ۚ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا ٧

Lirrijali naseebun mimmataraka alwalidani wal-aqraboona walinnisa-inaseebun mimma taraka alwalidani wal-aqraboonamimma qalla minhu aw kathura naseeban mafrooda

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.

8 An-Nisa · Juz 4 · Hal 78

وَإِذَا حَضَرَ ٱلْقِسْمَةَ أُوْلُواْ ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينُ فَٱرْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا ٨

Wa-itha hadara alqismataoloo alqurba walyatama walmasakeenufarzuqoohum minhu waqooloo lahum qawlan maAAroofa

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat,1 anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu2 (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

9 An-Nisa · Juz 4 · Hal 78

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَـٰفًا خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيدًا ٩

Walyakhsha allatheena law tarakoo minkhalfihim thurriyyatan diAAafan khafooAAalayhim falyattaqoo Allaha walyaqooloo qawlan sadeeda

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

10 An-Nisa · Juz 4 · Hal 78

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٲلَ ٱلْيَتَـٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًا‌ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا ١٠

Inna allatheena ya/kuloona amwalaalyatama thulman innamaya/kuloona fee butoonihim naran wasayaslawnasaAAeera

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

11 An-Nisa · Juz 4 · Hal 78

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَـٰدِكُمْ‌ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ‌ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ‌ۖ وَإِن كَانَتْ وَٲحِدَةً فَلَهَا ٱلنِّصْفُ‌ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَٲحِدٍ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌ‌ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ‌ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ‌ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ‌ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا‌ۚ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا ١١

Yooseekumu Allahu fee awladikumliththakari mithlu haththialonthayayni fa-in kunna nisaan fawqa ithnatayni falahunnathulutha ma taraka wa-in kanat wahidatanfalaha annisfu wali-abawayhi likulli wahidinminhuma assudusu mimma taraka in kanalahu waladun fa-in lam yakun lahu waladun wawarithahu abawahufali-ommihi aththuluthu fa-in kana lahu ikhwatunfali-ommihi assudusu min baAAdi wasiyyatin yooseebiha aw daynin abaokum waabnaokum latadroona ayyuhum aqrabu lakum nafAAan fareedatan mina Allahiinna Allaha kana AAaleeman hakeema

Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.1 Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

12 An-Nisa · Juz 4 · Hal 79

۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَٲجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ‌ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ‌ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ‌ۚ وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ‌ۚ فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم‌ۚ مِّنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ‌ۗ وَإِن كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَـٰلَةً أَوِ ٱمْرَأَةٌ وَلَهُۥٓ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَٲحِدٍ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ‌ۚ فَإِن كَانُوٓاْ أَكْثَرَ مِن ذَٲلِكَ فَهُمْ شُرَكَآءُ فِى ٱلثُّلُثِ‌ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّ‌ۚ وَصِيَّةً مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ ١٢

Walakum nisfu ma taraka azwajukumin lam yakun lahunna waladun fa-in kana lahunna waladunfalakumu arrubuAAu mimma tarakna min baAAdi wasiyyatinyooseena biha aw daynin walahunna arrubuAAumimma taraktum in lam yakun lakum waladun fa-in kanalakum waladun falahunna aththumunu mimma taraktummin baAAdi wasiyyatin toosoona biha awdaynin wa-in kana rajulun yoorathu kalalatan awiimraatun walahu akhun aw okhtun falikulli wahidin minhumaassudusu fa-in kanoo akthara min thalikafahum shurakao fee aththuluthi min baAAdi wasiyyatinyoosa biha aw daynin ghayra mudarrin wasiyyatanmina Allahi wallahu AAaleemun haleem

Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) hutang-hutangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris).1 Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.

13 An-Nisa · Juz 4 · Hal 79

تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ‌ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ وَذَٲلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ ١٣

Tilka hudoodu Allahi waman yutiAAiAllaha warasoolahu yudkhilhu jannatin tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha wathalikaalfawzu alAAatheem

Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.

14 An-Nisa · Juz 4 · Hal 79

وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خَـٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ١٤

Waman yaAAsi Allahawarasoolahu wayataAAadda hudoodahu yudkhilhu narankhalidan feeha walahu AAathabun muheen

Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.

15 An-Nisa · Juz 4 · Hal 80

وَٱلَّـٰتِى يَأْتِينَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مِن نِّسَآئِكُمْ فَٱسْتَشْهِدُواْ عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِّنكُمْ‌ۖ فَإِن شَهِدُواْ فَأَمْسِكُوهُنَّ فِى ٱلْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّـٰهُنَّ ٱلْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ ٱللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلاً ١٥

Wallatee ya/teena alfahishatamin nisa-ikum fastashhidoo AAalayhinna arbaAAatanminkum fa-in shahidoo faamsikoohunna fee albuyooti hattayatawaffahunna almawtu aw yajAAala Allahu lahunnasabeela

Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji1 di antara perempuan-perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya.2

16 An-Nisa · Juz 4 · Hal 80

وَٱلَّذَانِ يَأْتِيَـٰنِهَا مِنكُمْ فَـَٔـاذُوهُمَا‌ۖ فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُواْ عَنْهُمَآ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَّحِيمًا ١٦

Wallathani ya/tiyanihaminkum faathoohuma fa-in taba waaslahafaaAAridoo AAanhuma inna Allaha kanatawwaban raheema

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

17 An-Nisa · Juz 4 · Hal 80

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَـٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ‌ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ١٧

Innama attawbatu AAalaAllahi lillatheena yaAAmaloona assoo-abijahalatin thumma yatooboona min qareebin faola-ikayatoobu Allahu AAalayhim wakana AllahuAAaleeman hakeema

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

18 An-Nisa · Juz 4 · Hal 80

وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔـاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٔـٰنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ١٨

Walaysati attawbatu lillatheenayaAAmaloona assayyi-ati hatta ithahadara ahadahumu almawtu qala inneetubtu al-ana wala allatheena yamootoonawahum kuffarun ola-ika aAAtadna lahum AAathabanaleema

Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

19 An-Nisa · Juz 4 · Hal 80

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا‌ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُواْ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَـٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ‌ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ‌ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُواْ شَيْــًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا ١٩

Ya ayyuha allatheena amanoola yahillu lakum an tarithoo annisaakarhan wala taAAduloohunna litathhaboobibaAAdi ma ataytumoohunna illa anya/teena bifahishatin mubayyinatin waAAashiroohunnabilmaAAroofi fa-in karihtumoohunna faAAasa antakrahoo shay-an wayajAAala Allahu feehi khayran katheera

Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa1 dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.

20 An-Nisa · Juz 4 · Hal 81

وَإِنْ أَرَدتُّمُ ٱسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَّكَانَ زَوْجٍ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَٮٰهُنَّ قِنطَارًا فَلَا تَأْخُذُواْ مِنْهُ شَيْــًٔا‌ۚ أَتَأْخُذُونَهُۥ بُهْتَـٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا ٢٠

Wa-in aradtumu istibdala zawjin makanazawjin waataytum ihdahunna qintaranfala ta/khuthoo minhu shay-an ata/khuthoonahubuhtanan wa-ithman mubeena

Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

21 An-Nisa · Juz 4 · Hal 81

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُۥ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظًا ٢١

Wakayfa ta/khuthoonahu waqad afdabaAAdukum ila baAAdin waakhathnaminkum meethaqan ghaleetha

Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.

22 An-Nisa · Juz 4 · Hal 81

وَلَا تَنكِحُواْ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ‌ۚ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةً وَمَقْتًا وَسَآءَ سَبِيلاً ٢٢

Wala tankihoo ma nakahaabaokum mina annisa-i illa maqad salafa innahu kana fahishatan wamaqtan wasaasabeela

Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

23 An-Nisa · Juz 4 · Hal 81

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَـٰتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَٲتُكُمْ وَعَمَّـٰتُكُمْ وَخَـٰلَـٰتُكُمْ وَبَنَاتُ ٱلْأَخِ وَبَنَاتُ ٱلْأُخْتِ وَأُمَّهَـٰتُكُمُ ٱلَّـٰتِىٓ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَٲتُكُم مِّنَ ٱلرَّضَـٰعَةِ وَأُمَّهَـٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَـٰٓئِبُكُمُ ٱلَّـٰتِى فِى حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ ٱلَّـٰتِى دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُواْ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَـٰٓئِلُ أَبْنَآئِكُمُ ٱلَّذِينَ مِنْ أَصْلَـٰبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُواْ بَيْنَ ٱلْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا ٢٣

Hurrimat AAalaykum ommahatukumwabanatukum waakhawatukum waAAammatukum wakhalatukumwabanatu al-akhi wabanatu al-okhti waommahatukumuallatee ardaAAnakum waakhawatukum mina arradaAAatiwaommahatu nisa-ikum waraba-ibukumu allateefee hujoorikum min nisa-ikumu allateedakhaltum bihinna fa-in lam takoonoo dakhaltum bihinna falajunaha AAalaykum wahala-ilu abna-ikumuallatheena min aslabikum waan tajmaAAoobayna al-okhtayni illa ma qad salafa inna Allahakana ghafooran raheema

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu1 dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ayat